Dear,
Engkaulah negeri damba,
Yang setiap warga negaranya wajib punya KTP damba sama kamu.
Engkaulah agama cinta,
Yang setiap pemeluknya wajib disyahadah cinta sama kamu.
Engkaulah partai asmara,
Yang setiap anggotanya wajib loyal pada asmara sama kamu.
Dan aku, tanpa kata-kata wajibpun
Sudah dari dulu-dulu loyal dan kader terbaik pada partaimu,
Sudah sejak dulu penganut taat agamamu
Dan sudah sejak lama pula aku jadi warga negara yang baik di negerimu.
Dear,
Apalah arti bilangan jejak kaki onta di sahara,
Tak guna kau coba galloni air samudra,
Pun sia-sia kau tandai bebintang angkasa raya.
Omong kosong dengan jumlah desah nafas dari makhluk yang bernama hidup
Kalau semua itu hendak kau banding dengan my love to you.
Dear,
Coba kemarilah, dekap erat tubuh kuyuku,
Kau kan segera tahu bahwa aku luruh tertindih beban segunung cinta padamu, Dekaplah dan hayati detak jantungku,
Kau akan temukan bahwa itu bukan degub,
Tapi malah rintih kerinduanku pada engkau,
Dear,
Jangan bandingkan kejujuran janji mentari,
Kecintaanku tak tertanding cumbuan ombak pada pepasir pesisir.
Mungkin pelangi sempat membuatmu tertegun,
Tapi wewarna cintaku pastilah kan membuatmu tak lagi mengenali bianglala itu.
Dear,
Tak usah kau cari cinta Kais pada Laila atau Yusuf pada Zulaikha
Atau Gibran pada May Ziyadah atau Jack pada Rose,
Apalah arti sinar sepotong lilin di tengah gemerlap cahya siang sang surya.
Andai kau masih menoleh pada kasta,
Mungkin kan kau temukan perbedaan derajat bangsa
Tapi aku kan buktikan bahwa hubb-ku akan menutupi anggapan itu.
Kumpulkan saja seluruh cinta negeri jazirah,
Tapi sekali lagi, apa arti sesendok teh garam di tengah samudera raya.
Dear,
Jika masih tersisa cinta walau setetes saja di hatimu
Niscaya kau kan lupakan segala macam kasta,
Mungkin sudah taqdir-Nya, kau hanya punya bibir yang hanya bisa berkata
dan tak pernah kan berhati tuk menyimpan sepotong kejujuran saja.
Dear,
Apa arti kasta dibanding cinta,
Apa arti marga dibanding asmara,
Kalau kau masih punya jiwa, tolong patri cintamu di sana
Jangan hanya bibir kau oles kata
Buktikan dan teriakkan pada dunia “AKU CINTA DIA”
Dear,
Pernahkah kau terlena pada dekapan sunyi malam-malam Muharram ?
Atau terhanyut pada rintih sya’ir-sya’ir si Umi Kulsum ?
Ah Dear,
Aku akan mendekap, seerat sang bunda mendekap anaknya,
Hingga tak kan terlepas sedetikpun rasa tentram di dadamu
Dan kuhanyutkan engkau dalam sya’ir-sya’ir asmaraku,
Hingga kau kan terlupa pada segala norma-norma dunia
Dan menyerahkan bulat-bulat jiwa ragamu untuk kuapakan saja,
Dear,
Jujur kukatakan,
Aku ingin memilikimu utuh
Seutuh jiwa menguasai raga
Seutuh Muhammad menguasai Bani-Bani A’raby
Dear,
I longing you….
-
Cari itu!
-
Entri Terkini
-
Tautan