Karya : Ainil ‘KIKO’ Fitri
Rasuuul … Rasuuul … Rasuuul … Rasuulullah …
Alaikas Shalaah … Alaikas Salaam …
Muhammad …
Ketika puisi sufistik ini menetes dari dedaun-dedaun basah
Aku menjerangi air mata merahku yang tertumpah
Karena kental rinduku pada engkau tergolek pasrah
Muhammad yaaa Muhammad
Anta Syamsi Anta Badri
Dari sini aku mulai langkahku menjenguk rembulan
Barangkali …
Barangkali dia sempat menyimpan arsip wajah agungmu
Namun nyatanya yang kuperoleh hanyalah kesia-siaan belaka
Lalu kemana …
Kemana …
Kemana hendak kucari engkau ya Nur Fauqo Nuuri,
Kemana …
Sudah kuobrak abrik masyariqil ardli hingga magharibiha
Sudah kutiti Masjidil Haram hatta Masjidil Aqsha
Tapi engkau tak meninggalkan setoreh kecil saja jejak luhurmu
Kembali yang kutemui hanyalah fatamorgana
Muhammad yaaa Muhammad
Anta Iksir wa Ghali …
Aku menangisi nasibku,
Tanpa engkau, kemana hendak kuarak dun-yawi wa ukhrawi ?!
Aku meratapi keadaanku,
Siapa lagi yang hendak menerangi jalan ruhii wa jasadii ?!
Siapa … Siapa …
Siapa Muhammad … Siapa … ?!
Ya … Syauqi … Syauqi … Syauqi …
Hanya pada engkau Muhammad, Syauqi kutumpuk
Karena engkau Mishbah Suduri …
Sukorejo, saat kerinduan pada Muhammad menumpuk
di Maulidur Rasul 2000