PUISI BUMI TENTANG SYUHADA’

Karya : Ainil ‘KIKO’ Fitri

 

Mentari rebah di pangkuanku

Kala pedang tajam itu jatuh

Dan roboh menimpa kulitku

Aku hanya bisa mengeluh

“Bangkitlah Mujahidku…”

 

Mentari membara di telapakku

Ketika keras terdengar teriakan musuh

“Kemana prajurit Muhammad itu …!!!”

Mujahidku menjawab selantang gemuruh

“Aku disini menyongsong anak panahmu !!!”

 

Mentari menyala merah di ubun-ubunku

Saat dua pasang mata saling beradu

Dan dua pucuk senjata senyap membisu

Aku menjerit sekeras sang waktu

Hancurkan mereka …

Hancurkan mereka wahai Mujahidku !!!

 

Mentari meredup di senja kelabu

Bersama darah Syuhada’ yang mulai membeku

Puspa kambojapun tertunduk layu

Mempersembahkan tangisan pilu

“T’lah gugur pahlawanku …”

 

Saat itu aku bersumpah …

Atas nama sebuah kemerdekaan

Walau harus tertebus selaksa arwah Mujahid Islam

Atau bergallon-gallon darah syuhada’ kebajikan

Kita harus berjuang …!!!

Kita harus melawan …!!!

Sampai titik darah yang penghabisan

 

Kini setelah 15 abad usia Dinul Islam

Mentariku kembali padam

Saat para Kyai sibuk dengan roti kekuasaan

Dan para Ustadz saling rebut kursi dewan

Kemana … Kemana …

Kemana kejujuran, kearifan dan keluhuran

Yang selama ini mereka janjikan ?!

Kemana … Kemana … ?!

 

Ah … Mungkin sudah waktunya

Hari ini kukuruk kembali makam para Syuhada’ kebajikan

Dan kuajak lagi mereka berjuang

Demi Dinul Islam Pujaan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s